Archive for Januari, 2012

Jangan memanjangkan shalat ketika jadi imam

Posted on Januari 27, 2012. Filed under: Uncategorized |

Sunan Darimi 1231: Telah
mengabarkan kepada kami
Ja’far bin ‘Aun telah
mengabarkan kepada kami Isma’il bin Abu Khalid dari Qais
dari Abu Mas’ud Al Anshari ia
berkata, “Seorang laki-laki
datang kepada Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya
saya tidak jadi ikut
melaksanakan shalat subuh
karena lamanya shalat yang
dilakukan oleh Fulan bersama
kami.” Maka saya tidak pernah melihat Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
marah melebihi
kemarahannya pada saat itu
ketika sedang memberikan
nasihat. Beliau bersabda: “Wahai manusia,
sesungguhnya di antara
kalian ada orang-orang yang
membuat lari orang lain,
maka barangsiapa shalat
bersama manusia (sebagai Imam), maka hendaknya ia
meringankannya. Sebab di
antara mereka ada orang
yang telah tua, orang lemah,
dan orang yang memiliki
keperluan.”

Iklan
Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

TENTANG PENGHIANAT

Posted on Januari 26, 2012. Filed under: Uncategorized |

Musnad Ahmad 11004: Telah
menceritakan kepada kami
Abdush Shamad berkata;
telah menceritakan kepada kami Al Mustamir berkata;
telah menceritakan kepada
kami Abu Nadhrah dari Abu
Sa’id ia berkata; Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Setiap pengkhianat memiliki bendera
pada hari kiamat yang akan
dikibarkan sesuai kadar
pengkhianatannya.
Ketahuilah, bahwa tidak ada
pengkhianat yang paling besar dari pengkhianatan
seorang pemimpin umat.”

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

JIKA ORANG MMUNAFIK MENINGGAL

Posted on Januari 26, 2012. Filed under: Uncategorized |

Shahih Bukhari 4302: Telah
menceritakan kepadaku
‘Ubaid bin Isma’il dari Abu
Usamah dari ‘Ubaidullah dari
Nafi’ dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma dia
berkata; “Ketika Abdullah bin
Ubay meninggal dunia. anak
laki-lakinya -yaitu Abdulah
bin Abdullah- datang kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya memohon
kepada beIiau agar sudi
memberikan baju beliau
kepada Abdullah untuk kain
kafan ayahnya, Abdullah bin
Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
memberikan bajunya kepada
Abdullah. setelah itu, Abdullah
juga memohon Rasulullah
agar beliau berkenan
menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun
bersiap-siap untuk
menshalati jenazah Abdullah
bin Ubay, hingga akhirnya
Umar berdiri dan menarik
baju Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah,
apakah engkau akan
menshalati jenazah Abdullah
bin Ubay sedangkan Allah
telah melarang untuk
menshalatinya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menjawab: “Sesungguhnya
Allah Subhanahu wa Ta’ala
telah memberikan pilihan
kepadaku.” Lalu beliau
membacakan ayat yang berbunyi; “Kamu
memohonkun ampun bagi
orang-orang munafik atau
tidak kamu mohonkan ampun
bagi mereka, maka hal itu
adalah sama saja. sekalipun kamu memohonkan ampun
bagi mereka tujuh puluh kali
(Qs. At-Taubah 9: 80). Oleh
karena itu, aku akan
menambah istighfar lebih dari
tujuh puluh kali untuknya.” Umar bin Khaththab berkata,
“Ya Rasulullah, sesungguhnya
Ia adalah orang munafik?.”
Tetapi, rupanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
tetap saja menshalatinya, hingga Allah menurunkan
ayat Al Qur’an: “Janganlah
kamu sekali-kali menshalati
jenazah seorang di antara
orang-orang munafik dan
janganlah kamu berdiri di atas kuburnya.” (Qs. At-
Taubah 9: 84).

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

JIKA PUNYA KAPAL BERANIKAH KITA MEMBAKARNYA?

Posted on Januari 24, 2012. Filed under: Uncategorized |

Beranikah Anda Membakar
Kapal Anda?
Dalam sejarah Islam ada
panglima perang yang memiliki
strategi luar biasa, benar-
benar luar biasa karena tidak
pernah dilakukan oleh siapapun
sebelumnya. Panglima perang tersebut adalah Thariq Bin
Ziyad yang pada tahun 97 H
(sekitar tahun 710 Masehi)
memimpin 7,000 pasukan Islam
memasuki Spanyol yang dijaga
oleh 25,000 pasukan pimpinan Raja Roderick. Untuk menyemangati
pasukannya agar tidak gentar
melawan musuh yang memiliki
kekuatan jauh lebih besar, dan
agar tidak ada satupun dari
pasukaannya yang berpikir untuk ambil langkah mundur –
apa yang di lakukan Thariq?
Dia membakar seluruh kapal-
kapal yang dipakai pasukannya
untuk mencapai pantai
tenggara Spanyol. Ketika pasukannya bertanya-tanya
tentang apa yang dilakukan
sang panglima ini, Thariq
menjawabnya dengan pidato
yang terkenal sbb : “Wahai saudara-saudaraku,
lautan ada di belakang kalian,
musuh ada di depan kalian, ke
manakah kalian akan lari?,
Demi Allah, yang kalian miliki
hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa
di pulau ini kalian lebih
terlantar dari pada anak yatim
yang ada di lingkungan orang-
orang hina. Musuh kalian telah
menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan
mereka sangat besar,
sementara kalian tanpa
perlindungan selain pedang-
pedang kalian, tanpa kekuatan
selain dari barang-barang yang kalian rampas dari
tangan musuh kalian.
Seandainya pada hari-hari ini
kalian masih tetap sengsara
seperti ini, tanpa adanya
perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan
hilang, rasa gentar yang ada
pada hati musuh akan berganti
menjadi berani kepada kalian.
Oleh karena itu,
pertahankanlah jiwa kalian”. Tekad yang sangat kuat untuk
hidup mulia atau mati syahid
“Isy Kariman au Mut
Syahidan” inilah yang dapat
membawa kejayaan Islam dari
waktu ke waktu. Kita tahu akhirnya dalam
sejarah bahwa diawali oleh
tekad yang sangat kuat dan
kebergantungan kepada Allah
semata tersebut, Islam
menjangkau wilayah yang paling luas beberapa puluh
tahun kemudian setelah
strategi ini ditempuh Thariq
dan pasukan-pasukannya. Ketika cerita tentang Thariq
ini diajarkan secara turun
temurun baik di dunia Islam
maupun diluar Islam, maka
sekitar 800 tahun kemudian,
kurang lebih sepuluh generasi setelah Islam masuk Spanyol –
anak keturunan bangsa
Spanyol yang bernama
Hernando Cortez – pun meniru
bulat-bulat strategi Thariq
tersebut diatas ketika ia memimpin ekspedisi penaklukan
ke Mexico. Hernando Cortez yang
memimpin expedisi penaklukan
bangsa Aztecs untuk merebut
emas dan harta-harta lainnya
ini membakar keseluruhan 11
kapal yang digunakan untuk membawa pasukannya
mencapai daratan Mexico.
Dengan demikian tidak ada
pikiran untuk mundur, jalan
hanya satu arah yaitu maju
kedepan. Kita juga tahu hasil dari
kebulatan tekat Hernando
Cortez ini, sampai sekarang
bahasa resmi yang dipakai di
Mexico adalah bahasa Spanyol.
Ini menunjukkan betapa berhasilnya Hernando Cortez
meniru strategi Thariq Bin
Ziyad dalam upayanya untuk
menaklukkan Mexico yang
menjadi jajahan Spanyol sampai
beratus tahun kemudian. Kalau seorang Hernando
Cortez saja bisa belajar dan
menikmati ke-sukses-an dari
meniru strategi Panglima
Perang Islam Thariq Bin Ziyad,
masa kita umat Islam di masa kini tidak bisa mencapai
kesuksesan dengan belajar
dari keberhasilan tokoh
pejuang sekaliber Thariq ini ?. Kalaulah medan kita bukan
atau belum medan perang saat
ini, minimal strategi Thariq
dengan membakar kapal ini
bisa kita terapkan di tekad
kita untuk membangun usaha, untuk meninggalkan tempat
kerja yang kita ragukan
‘kebersihan’-nya misalnya.(eramuslim)

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

“BERSEDEKAH”

Posted on Januari 24, 2012. Filed under: Uncategorized |

Shahih Muslim 4689: Telah
menceritakan kepada kami
Yahya bin Ayyub dan
Qutaibah dan Ibnu Hujr
mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami
Isma’il yaitu Ibnu Ja’far dari
Al A’laa dari Bapaknya dari
Abu Hurairah dari Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.
Tidak ada orang yang
memberi maaf kepada orang
lain, melainkan Allah akan
menambah kemuliaannya. Dan
tidak ada orang yang merendahkan diri karena
Allah, melainkan Allah akan
mengangkat derajatnya.”

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

CARA MENGUCAP SALAM PADA ORANG KAFIR

Posted on Januari 23, 2012. Filed under: Uncategorized |

Shahih Bukhari 5922: Telah
menceritakan kepada kami
Qutaibah bin Sa’id telah
menceritakan kepada kami
Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami
Ayyub dari Ibnu Abu Mulaikah
dari Aisyah radliallahu ‘anha
bahwa sekelompok orang
Yahudi datang menemui Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mereka mengucapkan;
“As Saamu ‘alaika Kebinasaan
atasmu.” Beliau menjawab:
‘Wa ‘alaikum Dan atas kalian
juga.’ Kemudian Aisyah
berkata; ‘As Saamu ‘alaikum wala’anakumullah wa
ghadziba ‘alaikum Semoga
kebinasaan atas kalian, dan
laknat Allah serta murka
Allah menimpa kalian.’ Maka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Pelan-
pelan wahai Aisyah,
hendaklah kamu berlemah
lembut dan janganlah kamu
kasar atau berkata keji.’ Aku
berkata; ‘Apakah anda tidak mendengar apa yang
diucapkan mereka? ‘ Beliau
bersabda: ‘Apakah kamu
tidak mendengar ucapanku,
sebenarnya aku tadi telah
menjawabnya, maka do’aku atas mereka telah
dikabulkan, sementara do’a
mereka atasku tidak akan
terkabulkan.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

IMAM SYAFI’I

Posted on Januari 22, 2012. Filed under: Uncategorized |

-Imam Asy-Syafi`i-
Imam Ahlus
Sunnah Imam Ahmad bin Hambal berkata,
“Sesungguhnya Allah telah
mentakdirkan pada setiap
seratus tahun ada seseorang
yang akan mengajarkan Sunnah
dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam. Kami
berpendapat pada seratus tahun
yang pertama Allah
mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz
dan pada seratus tahun berikutnya Allah menakdirkan
Imam Asy-Syafi`i”.
NASAB BELIAU Kunyah beliau Abu Abdillah,
namanya Muhammad bin Idris bin
Al-Abbas bin Utsman bin Syaafi’
bin As-Saai’b bin ‘Ubaid bin
Abdu Yazid bin Hasyim bin Al-
Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin
Ka’ab bin Lu’ai. Nasab beliau
bertemu dengan nasab Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam pada
Abdu Manaf, sedangkan Al-
Muththalib adalah saudaranya Hasyim (bapaknya Abdul
Muththalib).
TAHUN DAN TEMPAT KELAHIRAN
Beliau dilahirkan di desa Gaza,
masuk kota ‘Asqolan pada
tahun 150 H. Saat beliau
dilahirkan ke dunia oleh ibunya
yang tercinta, bapaknya tidak
sempat membuainya, karena ajal Allah telah mendahuluinya dalam
usia yang masih muda. Lalu
setelah berumur dua tahun,
paman dan ibunya membawa
pindah ke kota kelahiran nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Makkah Al Mukaramah.
PERTUMBUHANNYA
Beliau tumbuh dan berkembang
di kota Makkah, di kota tersebut
beliau ikut bergabung bersama
teman-teman sebaya belajar
memanah dengan tekun dan
penuh semangat, sehingga kemampuannya mengungguli
teman-teman lainnya. Beliau
mempunyai kemampuan yang luar
biasa dalam bidang ini, hingga
sepuluh anak panah yang
dilemparkan, sembilan di antaranya tepat mengenai
sasaran dan hanya satu yang
meleset. Setelah itu beliau mempelajari
tata bahasa arab dan sya’ir
sampai beliau memiliki kemampuan
yang sangat menakjubkan dan
menjadi orang yang terdepan
dalam cabang ilmu tersebut. Kemudian tumbuhlah di dalam
hatinya rasa cinta terhadap ilmu
agama, maka beliaupun
mempelajari dan menekuni serta
mendalami ilmu yang agung
tersebut, sehingga beliau menjadi pemimpin dan Imam atas orang-
orang
KECERDASANNYA
Kecerdasan adalah anugerah dan
karunia Allah yang diberikan
kepada hambanya sebagai
nikmat yang sangat besar. Di
antara hal-hal yang
menunjukkan kecerdasannya:
1. Kemampuannya menghafal Al-
Qur’an di luar kepala pada
usianya yang masih belia, tujuh
tahun.

2. Cepatnya menghafal kitab
Hadits Al Muwathta’ karya Imam Malik bin Anas
pada usia sepuluh tahun.
3. Rekomendasi para ulama
sezamannya atas
kecerdasannya, hingga ada yang
mengatakan bahwa ia belum pernah melihat manusia yang
lebih cerdas dari Imam Asy-Syafi`i.

4. Beliau diberi wewenang
berfatwa pada umur 15 tahun. Muslim bin Khalid Az-Zanji
berkata kepada Imam Asy-Syafi`i:
“Berfatwalah wahai Abu Abdillah,
sungguh demi Allah sekarang
engkau telah berhak untuk
berfatwa.”
MENUTUT ILMU
Beliau mengatakan tentang
menuntut ilmu, “Menuntut ilmu
lebih afdhal dari shalat sunnah.”
Dan yang beliau dahulukan dalam
belajar setelah hafal Al-Qur’an
adalah membaca hadits. Beliau mengatakan, “Membaca hadits
lebih baik dari pada shalat
sunnah.” Karena itu, setelah
hafal Al-Qur’an beliau belajar
kitab hadits karya Imam Malik bin
Anas kepada pengarangnya langsung pada usia yang masih
belia.
GURU-GURU BELIAU
Beliau mengawali mengambil ilmu
dari ulama-ulama yang berada di
negerinya, di antara mereka
adalah:
1. Muslim bin Khalid Az-Zanji mufti
Makkah

2. Muhammad bin Syafi’ paman
beliau sendiri
3. Abbas kakeknya Imam Asy-
Syafi`i
4. Sufyan bin Uyainah

5. Fudhail bin Iyadl, serta
beberapa ulama yang lain. Demikian juga beliau mengambil
ilmu dari ulama-ulama Madinah di
antara mereka adalah: 1. Malik bin Anas
2. Ibrahim bin Abu Yahya Al
Aslamy Al Madany
3.Abdul Aziz Ad-Darawardi, Athaf
bin Khalid, Ismail bin Ja’far dan
Ibrahim bin Sa’ad serta para ulama yang berada pada
tingkatannya Beliau juga mengambil ilmu dari
ulama-ulama negeri Yaman di
antaranya; 1.Mutharrif bin Mazin
2.Hisyam bin Yusuf Al Qadhi, dan
sejumlah ulama lainnya. Dan di Baghdad beliau mengambil
ilmu dari: 1.Muhammad bin Al Hasan,
ulamanya bangsa Irak, beliau
bermulazamah bersama ulama
tersebut, dan mengambil darinya
ilmu yang banyak.
2.Ismail bin Ulayah. 3.Abdulwahab Ats-Tsaqafy, serta
yang lainnya.
MURID-MURID BELIAU
Beliau mempunyai banyak murid
yang umumnya menjadi tokoh
dan pembesar ulama dan Imam
umat islam, yang paling menonjol
adalah: 1. Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits
dan sekaligus juga Ahli Fiqih dan
Imam Ahlus Sunnah dengan
kesepakatan kaum muslimin.
2. Al-Hasan bin Muhammad Az-
Za’farani 3. Ishaq bin Rahawaih,
4. Harmalah bin Yahya
5. Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi
6. Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al
Kalbi dan lain-lainnya banyak
sekali.
KARYA BELIAU
Beliau mewariskan kepada
generasi berikutnya sebagaimana
yang diwariskan oleh para nabi,
yakni ilmu yang bermanfaat. Ilmu
beliau banyak diriwayatkan oleh
para murid- muridnya dan tersimpan rapi dalam berbagai
disiplin ilmu. Bahkan beliau
pelopor dalam menulis di bidang
ilmu Ushul Fiqih, dengan karyanya
yang monumental Risalah. Dan
dalam bidang fiqih, beliau menulis kitab Al-Umm yang dikenal oleh
semua orang, awamnya dan
alimnya. Juga beliau menulis kitab
Jima’ul Ilmi.
PUJIAN ULAMA PARA ULAMA
KEPADA BELIAU Benarlah sabda Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam, “Barangsiapa yang mencari ridha
Allah meski dengan dibenci
manusia, maka Allah akan ridha
dan akhirnya manusia juga akan
ridha kepadanya.” (HR. At-
Tirmidzi 2419 dan dishashihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahihul Jami’ 6097). Begitulah keadaan para Imam
Ahlus Sunnah, mereka menapaki
kehidupan ini dengan
menempatkan ridha Allah di
hadapan mata mereka, meski
harus dibenci oleh manusia. Namun keridhaan Allah akan
mendatangkan berkah dan
manfaat yang banyak. Imam Asy-
Syafi`i yang berjalan dengan
lurus di jalan-Nya, menuai pujian
dan sanjungan dari orang-orang yang utama. Karena keutamaan
hanyalah diketahui oleh orang-
orang yang punya keutamaan
pula. Qutaibah bin Sa`id berkata:
“Asy-Syafi`i adalah seorang
Imam.” Beliau juga berkata,
“Imam Ats-Tsauri wafat maka
hilanglah wara’, Imam Asy-Syafi`i
wafat maka matilah Sunnah dan apa bila Imam Ahmad bin Hambal
wafat maka nampaklah
kebid`ahan.” Imam Asy-Syafi`i berkata, “Aku
di Baghdad dijuluki sebagai
Nashirus Sunnah (pembela
Sunnah Rasulullah).” Imam Ahmad bin Hambal berkata,
“Asy-Syafi`i adalah manusia yang
paling fasih di zamannya.” Ishaq bin Rahawaih berkata,
“Tidak ada seorangpun yang
berbicara dengan pendapatnya –
kemudian beliau menyebutkan
Ats-Tsauri, Al-Auzai, Malik, dan
Abu Hanifah,- melainkan Imam Asy-Syafi`i adalah yang paling
besar ittiba`nya kepada Nabi
shalallahu ‘alaihi wassalam, dan
paling sedikit kesalahannya.” Abu Daud As-Sijistani berkata,
“Aku tidak mengetahui pada
Asy-Syafi`i satu ucapanpun yang
salah.” Ibrahim bin Abdul Thalib Al-Hafidz
berkata, “Aku bertanya kepada
Abu Qudamah As-Sarkhasi
tentang Asy-Syafi`i, Ahmad, Abu
Ubaid, dan Ibnu Ruhawaih. Maka
ia berkata, “Asy-Syafi`i adalah yang paling faqih di antara
mereka.”
PRINSIP AQIDAH BELIAU
Imam Asy-Syafi`i termasuk Imam
Ahlus Sunnah wal Jama’ah,
beliau . Beliau tidak meyerupakan nama
dan sifat Allah dengan nama dan
sifat makhluk, juga tidak
menyepadankan, tidak
menghilangkannya dan juga tidak
mentakwilnya. Tapi beliau mengatakan dalam masalah ini,
bahwa Allah memiliki nama dan
sifat sebagaimana yang
tercantum dalam Al-Qur’an dan
sebagaimana dikabarkan oleh
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya. Tidak
boleh bagi seorang pun untuk
menolaknya, karena Al-Qur’an
telah turun dengannya (nama
dan sifat Allah) dan juga telah
ada riwayat yang shahih tentang hal itu. Jika ada yang menyelisihi
demikian setelah tegaknya hujjah
padanya maka dia kafir. Adapun
jika belum tegak hujjah, maka dia
dimaafkan dengan bodohnya.
Karena ilmu tentang Asma dan Sifat Allah tidak dapat digapai
dengan akal, teori dan pikiran.
“Kami menetapkan sifat-sifat
Allah dan kami meniadakan
penyerupaan darinya
sebagaimana Allah meniadakan dari diri-Nya. Allah berfirman, “Tidak ada yang menyerupaiNya
sesuatu pun, dia Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.” Dalam masalah Al-Qur’an, beliau
Imam Asy-Syafi`i mengatakan,
“Al-Qur’an adalah kalamulah,
barangsiapa mengatakan bahwa
Al-Qur’an adalah makhluk maka
dia telah kafir.”
PRINSIP DALAM FIQIH
Beliau berkata, “Semua
perkataanku yang menyelisihi
hadits yang shahih maka ambillah
hadits yang shahih dan janganlah
taqlid kepadaku.” Beliau berkata, “Semua hadits
yang shahih dari Nabi shalallahu
a’laihi wassalam maka itu adalah
pendapatku meski kalian tidak
mendengarnya dariku.” Beliau mengatakan, “Jika kalian
dapati dalam kitabku sesuatu
yang menyelisihi Sunnah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wassalam maka ucapkanlah
sunnah Rasulullah dan tinggalkan ucapanku.”
SIKAP IMAM ASY-SYAFI`I TERHADAP
AHLUL BID’AH
Muhammad bin Daud berkata,
“Pada masa Imam Asy-Syafi`i,
tidak pernah terdengar
sedikitpun beliau bicara tentang
hawa, tidak juga dinisbatkan
kepadanya dan tidakdikenal darinya, bahkan beliau benci
kepada Ahlil Kalam dan Ahlil
Bid’ah.” Beliau bicara tentang Ahlil
Bid’ah, seorang tokoh Jahmiyah,
Ibrahim bin ‘Ulayyah,
“Sesungguhnya Ibrahim bin
‘Ulayyah sesat.” Imam Asy-Syafi`i juga
mengatakan, “Menurutku,
hukuman ahlil kalam dipukul
dengan pelepah pohon kurma
dan ditarik dengan unta lalu
diarak keliling kampung seraya diteriaki, “Ini balasan orang yang
meninggalkan kitab dan sunnah,
dan beralih kepada ilmu kalam.”
PESAN IMAM ASY-SYAFI`I
“Ikutilah Ahli Hadits oleh kalian,
karena mereka orang yang
paling banyak benarnya.”
WAFAT BELIAU
Beliau wafat pada hari Kamis di
awal bulan Sya’ban tahun 204 H
dan umur beliau sekita 54 tahun
(Siyar 10/76). Meski Allah
memberi masa hidup beliau di
dunia 54 tahun, menurut anggapan manusia, umur yang
demikian termasuk masih muda.
Walau demikian, keberkahan dan
manfaatnya dirasakan kaum
muslimin di seantero belahan
dunia, hingga para ulama mengatakan, “Imam Asy-Syafi`i
diberi umur pendek, namun Allah
menggabungkan kecerdasannya
dengan umurnya yang pendek.”
KATA-KATA HIKMAH IMAM ASY-
SYAFI`I
“Kebaikan ada pada lima hal:
kekayaan jiwa, menahan dari
menyakiti orang lain, mencari
rizki halal, taqwa dan tsiqqah
kepada Allah. Ridha manusia
adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, tidak ada jalan
untuk selamat dari (omongan)
manusia, wajib bagimu untuk
konsisten dengan hal-hal yang
bermanfaat bagimu”. Berbagai Sumber.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

TOKOH TOKOH GERAKAN salafiyah

Posted on Januari 22, 2012. Filed under: Uncategorized |

Inilah Tokoh-Tokoh
Gerakan Salafiyah. Imam Ahmad bin Hanbal Ia adalah seorang ulama dan
intelektual Muslim terpenting
dalam sejarah peradaban Islam.
Umat Islam di Indonesia biasa
menyebutnya Imam Hambali.
Sosok ahli fikih pendiri Mazhab Hambali itu begitu populer dan
legendaris. Namun, ulama yang
hafal satu juta hadis dan selalu
tampil bersahaja itu tak
pernah ingin apalagi merasa
dirinya terkenal. Ahmad bin Hanbal dikenal
sebagai ulama yang berotak
brilian. Kecerdasannya diakui
para ulama besar di zamannya.
Penulis sederet kitab penting
bagi umat Islam itu juga dikenal sebagai seorang ulama yang
berilmu tinggi, saleh, dan
berakhlak mulia. Kemuliaan
yang ada dalam diri Imam
Ahmad bin Hanbal telah
membuat guru-gurunya kagum dan bangga. Imam Syafi’i menjuluki muridnya
itu sebagai imam dalam delapan
bidang. Imam dalam hadis,
Imam dalam fikih, Imam dalam
bahasa, Imam dalam Alquran,
Imam dalam kefakiran, Imam dalam kezuhudan, Imam dalam
wara’, dan Imam dalam sunah.
Ia terlahir di Merv, Asia Tengah
(sekarang Turkmenistan), pada
20 Rabiul Awal tahun 164 H. Ia
tutup usia di baghdad pada 12 Rabi’ul Awal tahun 241 H, di
usianya yang ke-77. Ibnu Taimiyah Ibnu Taimiyah adalah ulama dan
pemikir Islam yang disegani
karena ketokohan dan
keluasan ilmunya. Ia telah
menulis ribuan buku. Ia dijuluki
beragam gelar, seperti Syaikhul Islam, Imam, Qudwah,
‘Alim, Zahid, Da’i, dan lain
sebagainya. Ia bernama lengkap Ahmad bin
Abdis Salam bin Abdillah bin Al-
Khidir bin Muhammad bin
Taimiyah An-Numairy al-
Harrany al-Dimasyqy. Terlahir
di Harran, sebuah kota induk di Jazirah Arabia yang terletak di
antara sungai Dajalah (Tigris)
dan Efrat, pada Senin, 12
Rabi’ul Awal 661 H (1263 M). Ketika masih berusia belasan
tahun, Ibnu Taimiyah sudah
hafal Alquran dan mempelajari
sejumlah bidang ilmu
pengetahuan di Kota Damsyik
kepada para ulama-ulama terkenal di zamannya. Dia
kemudian menjadi Bapak
Pembaharuan Islam lewat
gerakan Salafiyah yang
dikembangkannya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Nama lengkapnya Muhammad bin Abi Bakar bin Ayub bin
Sa’ad Zur’i ad-Damsyiq. Ulama
besar ini lebih dikenal dengan
sebutan Ibnul Qayyim al-
Jauziyah. Ia adalah seorang
ulama, ahli tafsir, penghafal Alquran, ahli nahwu, usul fikih,
ilmu kalam, dan juga seorang
mujtahid (ahli fikih) kenamaan. Tak cuma itu, Ibnul Qayyim al-
Jauziyah dikenal pula sebagai
seorang cendekiawan Muslim
dan ahli fikih kenamaan dalam
mazhab Hanbali yang hidup
pada abad ke-13 Masehi. Ulama yang bergelar Abu Abdullah
Syamsuddin ini dilahirkan di
Damaskus, Suriah pada 691
H/1292 M, dan wafat pada 751
H/1352 M. Ia merupakan murid
Ibnu Taimiyah yang sangat fanatik. Jamaluddin Al-Afgani Nama lengkapnya adalah
Jamaluddin al-Afgani as-Sayid
Muhammad bin Shafdar al-
Husain. ia lebih dikenal dengan
Jamaluddin al-Afgani. Dunia
Islam mengenalnya sebagai seorang pemikir Islam, aktivis
politik, dan jurnalis terkenal.
Kebencian al-Afgani terhadap
kolonialisme menjadikannya
perumus dan agitator paham
serta gerakan nasionalisme dan pan-Islamisme yang gigih,
baik melalui pidatonya maupun
tulisan-tulisannya. Di tengah kemunduran kaum
Muslimin, al-Afgani menjadi
seorang tokoh yang amat
mempengaruhi perkembangan
pemikiran dan aksi-aksi sosial
pada abad ke-19 dan ke-20. Ia dilahirkan di Desa Asadabad,
Distrik Konar, Afganistan pada
tahun 1838, al-Afgani masih
memiliki ikatan darah dengan
cucu Rasulullah SAW, Husain bin
Ali bin Abi Thalib. Pada tahun 1879, al-Afgani membentuk
partai politik dengan nama Hizb
al-Watani (Partai Kebangsaan). Muhammad Abduh Nama lengkapnya adalah
Muhammad bin Abduh bin Hasan
Khairullah. Ia Dilahirkan di desa
Mahallat Nashr di Kabupaten
al-Buhairah, Mesir pada 1849
M dan wafat pada 1905 M. Pendidikan pertama yang
ditekuni Muhammmad Abduh
adalah belajar Alquran. Pada
usia 12 tahun, ia telah hafal
kitab suci Alquran. Ketika menjadi mahasiswa di Al
Azhar, pada tahun 1869 Abduh
bertemu dengan seorang
ulama’ besar sekaligus
pembaharu dalam dunia Islam,
Jamaluddin Al Afghani, dalam sebuah diskusi. Sejak saat
itulah Abduh tertarik kepada
pemikiran Jamaluddin Al Afghani
dan banyak belajar darinya. Al-
Afghani banyak mempengaruhi
pemikiran Muhammad Abduh. Rasyid Ridha Ia bernama lengkap Muhammad
Rasyid bin Ali Ridha bin
Syamsuddin bin Baha’uddin Al-
Qalmuni Al-Husaini. Namun, dunia
Islam lebih mengenalnya dengan
nama Muhammad Rasyid Ridha. Ia lahir di daerah Qalamun
(sebuah desa yang tidak jauh
dari Kota Tripoli, Lebanon)
pada 27 Jumadil Awal 1282 H
bertepatan dengan tahun
1865 M. Selain menekuni pelajaran di
sekolah tempat ia menimba
ilmu, Rasyid Ridha juga rajin
mengikuti beberapa
perkembangan dunia Islam
melalui surat kabar Al-‘Urwah Al-Wusqo (sebuah surat kabar
berbahasa Arab yang dikelola
oleh Jamaluddin Al-Afghani dan
Muhammad Abduh, dan
diterbitkan selama masa
pengasingan mereka di Paris). Melalui surat kabar ini, Rasyid
Ridha mengenal gagasan dua
tokoh pembaru yang sangat
dikaguminya, yaitu Jamaluddin
Al-Afghani, seorang pemimpin
pembaru dari Afghanistan, dan Muhammad Abduh, seorang
pembaru dari Mesir. Ide-ide
brilian yang dipublikasikan itu
begitu berkesan dalam dirinya
dan menimbulkan keinginan
kuat untuk bergabung dan berguru pada kedua tokoh itu. Sir Sayid Ahmad Khan Sir Sayid Ahmad Khan dikenal
sebagai seorang tokoh
pembaru di kalangan umat
Islam India pada abad ke-19.
Dia dilahirkan di India pada
1817. Nenek moyangnya berasal dari Semenanjung Arab
yang kemudian hijrah ke Herat,
Persia (Iran), karena tekanan
politik pada zaman dinasti Bani
Umayyah.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Tentang Abdul Rosid

Posted on Januari 9, 2012. Filed under: Uncategorized | Tag: |




Nama Lengkap: Abdul Rosid

Jenis Kelamin: Laki-laki

Tanggal Lahir: 25 Desember 1905

Kota Asal: Ciamis, Jawa Barat, Indonesia

Agama: Islam (Al-islamu ‘ala walayu’la alaih)

Kutipan: al-Qur’an rich dad poor dad buchari.

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

  • My Twitter

    • @indosat saya daftar paket opmin m3, tapi sisa pulsanya terus d ambl sampai hbs, ada solusi...?Follow this 3 years ago
    • katanya takan ada pemadaman d bln puasa, eh ternyata gelap terus @plnFollow this 3 years ago
    • beli paket opera mini di m3, sisa pulsanya d ambil terus hingga abis,licik @indosatFollow this 3 years ago
    • berdoalah sebelum tidur.....,Follow this 4 years ago
    • selalu ada hikmah dibalik semua kejadian, tak terkecuali pada musibah @kaka_trikshareFollow this 4 years ago
  • Blog Stats

    • 9,985 hits

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...