IMAM SYAFI’I

Posted on Januari 22, 2012. Filed under: Uncategorized |

-Imam Asy-Syafi`i-
Imam Ahlus
Sunnah Imam Ahmad bin Hambal berkata,
“Sesungguhnya Allah telah
mentakdirkan pada setiap
seratus tahun ada seseorang
yang akan mengajarkan Sunnah
dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam. Kami
berpendapat pada seratus tahun
yang pertama Allah
mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz
dan pada seratus tahun berikutnya Allah menakdirkan
Imam Asy-Syafi`i”.
NASAB BELIAU Kunyah beliau Abu Abdillah,
namanya Muhammad bin Idris bin
Al-Abbas bin Utsman bin Syaafi’
bin As-Saai’b bin ‘Ubaid bin
Abdu Yazid bin Hasyim bin Al-
Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin
Ka’ab bin Lu’ai. Nasab beliau
bertemu dengan nasab Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam pada
Abdu Manaf, sedangkan Al-
Muththalib adalah saudaranya Hasyim (bapaknya Abdul
Muththalib).
TAHUN DAN TEMPAT KELAHIRAN
Beliau dilahirkan di desa Gaza,
masuk kota ‘Asqolan pada
tahun 150 H. Saat beliau
dilahirkan ke dunia oleh ibunya
yang tercinta, bapaknya tidak
sempat membuainya, karena ajal Allah telah mendahuluinya dalam
usia yang masih muda. Lalu
setelah berumur dua tahun,
paman dan ibunya membawa
pindah ke kota kelahiran nabi
Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Makkah Al Mukaramah.
PERTUMBUHANNYA
Beliau tumbuh dan berkembang
di kota Makkah, di kota tersebut
beliau ikut bergabung bersama
teman-teman sebaya belajar
memanah dengan tekun dan
penuh semangat, sehingga kemampuannya mengungguli
teman-teman lainnya. Beliau
mempunyai kemampuan yang luar
biasa dalam bidang ini, hingga
sepuluh anak panah yang
dilemparkan, sembilan di antaranya tepat mengenai
sasaran dan hanya satu yang
meleset. Setelah itu beliau mempelajari
tata bahasa arab dan sya’ir
sampai beliau memiliki kemampuan
yang sangat menakjubkan dan
menjadi orang yang terdepan
dalam cabang ilmu tersebut. Kemudian tumbuhlah di dalam
hatinya rasa cinta terhadap ilmu
agama, maka beliaupun
mempelajari dan menekuni serta
mendalami ilmu yang agung
tersebut, sehingga beliau menjadi pemimpin dan Imam atas orang-
orang
KECERDASANNYA
Kecerdasan adalah anugerah dan
karunia Allah yang diberikan
kepada hambanya sebagai
nikmat yang sangat besar. Di
antara hal-hal yang
menunjukkan kecerdasannya:
1. Kemampuannya menghafal Al-
Qur’an di luar kepala pada
usianya yang masih belia, tujuh
tahun.

2. Cepatnya menghafal kitab
Hadits Al Muwathta’ karya Imam Malik bin Anas
pada usia sepuluh tahun.
3. Rekomendasi para ulama
sezamannya atas
kecerdasannya, hingga ada yang
mengatakan bahwa ia belum pernah melihat manusia yang
lebih cerdas dari Imam Asy-Syafi`i.

4. Beliau diberi wewenang
berfatwa pada umur 15 tahun. Muslim bin Khalid Az-Zanji
berkata kepada Imam Asy-Syafi`i:
“Berfatwalah wahai Abu Abdillah,
sungguh demi Allah sekarang
engkau telah berhak untuk
berfatwa.”
MENUTUT ILMU
Beliau mengatakan tentang
menuntut ilmu, “Menuntut ilmu
lebih afdhal dari shalat sunnah.”
Dan yang beliau dahulukan dalam
belajar setelah hafal Al-Qur’an
adalah membaca hadits. Beliau mengatakan, “Membaca hadits
lebih baik dari pada shalat
sunnah.” Karena itu, setelah
hafal Al-Qur’an beliau belajar
kitab hadits karya Imam Malik bin
Anas kepada pengarangnya langsung pada usia yang masih
belia.
GURU-GURU BELIAU
Beliau mengawali mengambil ilmu
dari ulama-ulama yang berada di
negerinya, di antara mereka
adalah:
1. Muslim bin Khalid Az-Zanji mufti
Makkah

2. Muhammad bin Syafi’ paman
beliau sendiri
3. Abbas kakeknya Imam Asy-
Syafi`i
4. Sufyan bin Uyainah

5. Fudhail bin Iyadl, serta
beberapa ulama yang lain. Demikian juga beliau mengambil
ilmu dari ulama-ulama Madinah di
antara mereka adalah: 1. Malik bin Anas
2. Ibrahim bin Abu Yahya Al
Aslamy Al Madany
3.Abdul Aziz Ad-Darawardi, Athaf
bin Khalid, Ismail bin Ja’far dan
Ibrahim bin Sa’ad serta para ulama yang berada pada
tingkatannya Beliau juga mengambil ilmu dari
ulama-ulama negeri Yaman di
antaranya; 1.Mutharrif bin Mazin
2.Hisyam bin Yusuf Al Qadhi, dan
sejumlah ulama lainnya. Dan di Baghdad beliau mengambil
ilmu dari: 1.Muhammad bin Al Hasan,
ulamanya bangsa Irak, beliau
bermulazamah bersama ulama
tersebut, dan mengambil darinya
ilmu yang banyak.
2.Ismail bin Ulayah. 3.Abdulwahab Ats-Tsaqafy, serta
yang lainnya.
MURID-MURID BELIAU
Beliau mempunyai banyak murid
yang umumnya menjadi tokoh
dan pembesar ulama dan Imam
umat islam, yang paling menonjol
adalah: 1. Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits
dan sekaligus juga Ahli Fiqih dan
Imam Ahlus Sunnah dengan
kesepakatan kaum muslimin.
2. Al-Hasan bin Muhammad Az-
Za’farani 3. Ishaq bin Rahawaih,
4. Harmalah bin Yahya
5. Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi
6. Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al
Kalbi dan lain-lainnya banyak
sekali.
KARYA BELIAU
Beliau mewariskan kepada
generasi berikutnya sebagaimana
yang diwariskan oleh para nabi,
yakni ilmu yang bermanfaat. Ilmu
beliau banyak diriwayatkan oleh
para murid- muridnya dan tersimpan rapi dalam berbagai
disiplin ilmu. Bahkan beliau
pelopor dalam menulis di bidang
ilmu Ushul Fiqih, dengan karyanya
yang monumental Risalah. Dan
dalam bidang fiqih, beliau menulis kitab Al-Umm yang dikenal oleh
semua orang, awamnya dan
alimnya. Juga beliau menulis kitab
Jima’ul Ilmi.
PUJIAN ULAMA PARA ULAMA
KEPADA BELIAU Benarlah sabda Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wassalam, “Barangsiapa yang mencari ridha
Allah meski dengan dibenci
manusia, maka Allah akan ridha
dan akhirnya manusia juga akan
ridha kepadanya.” (HR. At-
Tirmidzi 2419 dan dishashihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahihul Jami’ 6097). Begitulah keadaan para Imam
Ahlus Sunnah, mereka menapaki
kehidupan ini dengan
menempatkan ridha Allah di
hadapan mata mereka, meski
harus dibenci oleh manusia. Namun keridhaan Allah akan
mendatangkan berkah dan
manfaat yang banyak. Imam Asy-
Syafi`i yang berjalan dengan
lurus di jalan-Nya, menuai pujian
dan sanjungan dari orang-orang yang utama. Karena keutamaan
hanyalah diketahui oleh orang-
orang yang punya keutamaan
pula. Qutaibah bin Sa`id berkata:
“Asy-Syafi`i adalah seorang
Imam.” Beliau juga berkata,
“Imam Ats-Tsauri wafat maka
hilanglah wara’, Imam Asy-Syafi`i
wafat maka matilah Sunnah dan apa bila Imam Ahmad bin Hambal
wafat maka nampaklah
kebid`ahan.” Imam Asy-Syafi`i berkata, “Aku
di Baghdad dijuluki sebagai
Nashirus Sunnah (pembela
Sunnah Rasulullah).” Imam Ahmad bin Hambal berkata,
“Asy-Syafi`i adalah manusia yang
paling fasih di zamannya.” Ishaq bin Rahawaih berkata,
“Tidak ada seorangpun yang
berbicara dengan pendapatnya –
kemudian beliau menyebutkan
Ats-Tsauri, Al-Auzai, Malik, dan
Abu Hanifah,- melainkan Imam Asy-Syafi`i adalah yang paling
besar ittiba`nya kepada Nabi
shalallahu ‘alaihi wassalam, dan
paling sedikit kesalahannya.” Abu Daud As-Sijistani berkata,
“Aku tidak mengetahui pada
Asy-Syafi`i satu ucapanpun yang
salah.” Ibrahim bin Abdul Thalib Al-Hafidz
berkata, “Aku bertanya kepada
Abu Qudamah As-Sarkhasi
tentang Asy-Syafi`i, Ahmad, Abu
Ubaid, dan Ibnu Ruhawaih. Maka
ia berkata, “Asy-Syafi`i adalah yang paling faqih di antara
mereka.”
PRINSIP AQIDAH BELIAU
Imam Asy-Syafi`i termasuk Imam
Ahlus Sunnah wal Jama’ah,
beliau . Beliau tidak meyerupakan nama
dan sifat Allah dengan nama dan
sifat makhluk, juga tidak
menyepadankan, tidak
menghilangkannya dan juga tidak
mentakwilnya. Tapi beliau mengatakan dalam masalah ini,
bahwa Allah memiliki nama dan
sifat sebagaimana yang
tercantum dalam Al-Qur’an dan
sebagaimana dikabarkan oleh
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada umatnya. Tidak
boleh bagi seorang pun untuk
menolaknya, karena Al-Qur’an
telah turun dengannya (nama
dan sifat Allah) dan juga telah
ada riwayat yang shahih tentang hal itu. Jika ada yang menyelisihi
demikian setelah tegaknya hujjah
padanya maka dia kafir. Adapun
jika belum tegak hujjah, maka dia
dimaafkan dengan bodohnya.
Karena ilmu tentang Asma dan Sifat Allah tidak dapat digapai
dengan akal, teori dan pikiran.
“Kami menetapkan sifat-sifat
Allah dan kami meniadakan
penyerupaan darinya
sebagaimana Allah meniadakan dari diri-Nya. Allah berfirman, “Tidak ada yang menyerupaiNya
sesuatu pun, dia Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.” Dalam masalah Al-Qur’an, beliau
Imam Asy-Syafi`i mengatakan,
“Al-Qur’an adalah kalamulah,
barangsiapa mengatakan bahwa
Al-Qur’an adalah makhluk maka
dia telah kafir.”
PRINSIP DALAM FIQIH
Beliau berkata, “Semua
perkataanku yang menyelisihi
hadits yang shahih maka ambillah
hadits yang shahih dan janganlah
taqlid kepadaku.” Beliau berkata, “Semua hadits
yang shahih dari Nabi shalallahu
a’laihi wassalam maka itu adalah
pendapatku meski kalian tidak
mendengarnya dariku.” Beliau mengatakan, “Jika kalian
dapati dalam kitabku sesuatu
yang menyelisihi Sunnah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wassalam maka ucapkanlah
sunnah Rasulullah dan tinggalkan ucapanku.”
SIKAP IMAM ASY-SYAFI`I TERHADAP
AHLUL BID’AH
Muhammad bin Daud berkata,
“Pada masa Imam Asy-Syafi`i,
tidak pernah terdengar
sedikitpun beliau bicara tentang
hawa, tidak juga dinisbatkan
kepadanya dan tidakdikenal darinya, bahkan beliau benci
kepada Ahlil Kalam dan Ahlil
Bid’ah.” Beliau bicara tentang Ahlil
Bid’ah, seorang tokoh Jahmiyah,
Ibrahim bin ‘Ulayyah,
“Sesungguhnya Ibrahim bin
‘Ulayyah sesat.” Imam Asy-Syafi`i juga
mengatakan, “Menurutku,
hukuman ahlil kalam dipukul
dengan pelepah pohon kurma
dan ditarik dengan unta lalu
diarak keliling kampung seraya diteriaki, “Ini balasan orang yang
meninggalkan kitab dan sunnah,
dan beralih kepada ilmu kalam.”
PESAN IMAM ASY-SYAFI`I
“Ikutilah Ahli Hadits oleh kalian,
karena mereka orang yang
paling banyak benarnya.”
WAFAT BELIAU
Beliau wafat pada hari Kamis di
awal bulan Sya’ban tahun 204 H
dan umur beliau sekita 54 tahun
(Siyar 10/76). Meski Allah
memberi masa hidup beliau di
dunia 54 tahun, menurut anggapan manusia, umur yang
demikian termasuk masih muda.
Walau demikian, keberkahan dan
manfaatnya dirasakan kaum
muslimin di seantero belahan
dunia, hingga para ulama mengatakan, “Imam Asy-Syafi`i
diberi umur pendek, namun Allah
menggabungkan kecerdasannya
dengan umurnya yang pendek.”
KATA-KATA HIKMAH IMAM ASY-
SYAFI`I
“Kebaikan ada pada lima hal:
kekayaan jiwa, menahan dari
menyakiti orang lain, mencari
rizki halal, taqwa dan tsiqqah
kepada Allah. Ridha manusia
adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai, tidak ada jalan
untuk selamat dari (omongan)
manusia, wajib bagimu untuk
konsisten dengan hal-hal yang
bermanfaat bagimu”. Berbagai Sumber.

Iklan

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

  • My Twitter

    • @indosat saya daftar paket opmin m3, tapi sisa pulsanya terus d ambl sampai hbs, ada solusi...?Follow this 3 years ago
    • katanya takan ada pemadaman d bln puasa, eh ternyata gelap terus @plnFollow this 3 years ago
    • beli paket opera mini di m3, sisa pulsanya d ambil terus hingga abis,licik @indosatFollow this 3 years ago
    • berdoalah sebelum tidur.....,Follow this 3 years ago
    • selalu ada hikmah dibalik semua kejadian, tak terkecuali pada musibah @kaka_trikshareFollow this 3 years ago
  • Blog Stats

    • 9,147 hits

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...